Ku bangga dan bahagia menjadi milik mu [Yustina Santi]

Betapa indahnya Tuhan menciptakan hidup ini.
Tuhan tak menciptakan manusia hanya laki-laki saja bahkan tidak juga hanya wanita saja. 

Tapi Tuhan menciptakan kedua-duanya.
Sungguh indah hidup yang Kau berikan bagi manusia.
Tak henti-hentinya aku bersyukur atas itu semua.
Kau ciptakan jutaan bahkan milyaran wanita didunia ini, kau juga menciptakan jutaan bahkan milyaran juga laki-laki didalam dunia ini.

Aku bersyukur dan berterima kasih karena diantara milyaran laki-laki yang kau ciptakan, Kau memberikan kepercayaan dan keyakinan padanya untuk memilih aku.
Tak lupa aku mengucapkan syukur atas anugerah yang begitu indah dalam hidupku ini Tuhanku.

Kau ciptakan dia untukku kau ciptakan hati yang mampu mentoleransi segala keegoisan ku. kau ciptakan pikiran yang tak pernah lelah memikir sikap-sikapku yang terkadang masih kekanak-kanakan.


Ku ucapkan terima kasih atas anugerahmu dalam hidup ini Tuhanku.
Kusadar aku takkan pernah sempurna dalam meniti jalan kehidupan ini. Tapi ku percaya jalan hidup yang akan ku titi akan menjadi indah dan sempurna kujalani bersama dia yang kau pilih menemani hidupku.


Kuucapkan terima kasih padamu Tuhanku. Kau telah menganugerahkan dia yang dengan tulus mencintaiku dengan berbagai kekuranganku.
Banyak hal yang ku pahami dan ku ketahui bersamanya.
Semakin aku mengenalnya, semakin aku menyayanginya.


Entah jawaban apa yang akan kukatakan ketika Kau bertanya apa alasan yang membuat aku mencintainya.
Karena bagiku cintaku tak butuh alasan dan persyaratan yang begitu rumit. Tapi cintaku padanya tulus dan tanpa batas.


Bukan fisik dan bukan juga atas kelebihannya dalam berbagai bidang yang membuatku mencintainya, melainkan hatikulah yang memilihnya.


Hatiku sungguh bahagia dan jantungku berdebar-debar ketika mendengar kata ” aku sayang kamu dan aku cinta kamu” yang terucap dari bibir indahnya.


Betapa bahagianya hatiku ketika mendengar suaranya. Karena hanya mendengar suaranya aku merasa dekat dengannya saat kami terpisah oleh jarak dan waktu.


Tuhan, katakan padanya aku sungguh-sungguh mencintainya. Tak peduli seberapa banyak kekurangan yang kau tanam dalam pribadi kami masing-masing. Karena melalui kekurangan tersebut kami saling melengkapi dan saling memahami bahwa begitu indah cinta yang kami jalani ini.



[Hendrikus Helwin & Yustina Santi]

Komentar